Make your own free website on Tripod.com

* Diduga dibeking dua oknum ABRI

Dua truk bermuatan kayu cendana ditangkap

Kupang, PK

Dua dari tiga truk yang diduga mengangkut sekitar 5 ton kayu cendana tanpa dokumen resmi ditangkap patroli Polres Kupang di Jembatan Noelbaki, Jalan Timtim, Kabupaten Kupang, Kamis (31/7) pukul 05.00 Wita. Sementara satu truk lainnya berhasil lolos dari kejaran petugas. Berdasarkan keterangan yang diperoleh Pos Kupang, Kamis (31/7), menyebutkan, kayu cendana ilegal yang diangkut dua kendaraan masing-masing truk "PT Pelayaran Sinma Line" nomor polisi L 2003 DB dan truk "Embun Pagi" nomor polisi DH 8018 A tersebut adalah milik JD, warga Kodya Kupang dan diduga dikawal dua orang oknum ABRI untuk pengamanan.

Kapolres Kupang, Letkol (Pol) Drs. Yermias Sooai, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin, membenarkan penangkapan kedua truk tersebut dan kini telah ditahan di Mapolres Kupang bersama tujuh orang yang berada di dalam truk tersebut. "Berdasarkan laporan ada tiga truk yang diduga mengangkut cendana, tapi yang berhasil di-tangkap hanya dua, karena personil saat itu terbatas sehingga satu truk lolos," kata Kapolres. Menjawab pertanyaan tentang adanya keterlibatan dua orang oknum ABRI yang mengawal kendaraan tersebut, Sooai mengatakan masih melihat hasil pemeriksaan.

"Masih harus dilihat dari hasil pemeriksaan, kalau memang ada oknum yang terlibat, jelas kita koordinasikan dengan POM ABRI," kata Kapolres yang mengakui masih menunggu hasil pemeriksaan 7 orang yang ditangkap.

Sedangkan menyangkut 7 orang dan barang bukti berupa dua truk bermuatan kayu cendana kelas I dan II tersebut, Kapolres menegaskan, truk dengan muatannya ditahan dan 7 orang ditangkap selama 1 x 24 jam untuk diambil keterangannya. "Kalau mempunyai cukup bukti maka akan ditahan," ujarnya. Ketujuh orang tersebut masing-masing sopir truk Embun pagi, GN (34) warga Desa Oemofa Kabupaten Kupang dan sopir truk fuso, JM (34) warga Kelurahan Airmata, Kecamatan Alak, Kodya Kupang.

Sedangkan 5 orang semuanya warga Desa Oemofa yang diminta untuk menurunkan kayu cendana setelah sampai di Kupang. Kelima warga Oemofa tersebut yakni GS (24); SB (26); MK (22); FK (23) dan YH (26).

Sementara menyangkut keterlibatan dua oknum ABRI ini, juga dibenarkan MK dan FN, satu dari tujuh orang yang ditangkap pada malam itu. Menurut MK, kayu tersebut milik JD dan dia dibangunkan SB pada malam itu untuk menurunkan kayu cendana di suatu rumah dengan imbalan uang jasa yang akan diterima setelah sampai di Kupang.

Keduanya mengakui, pada saat naik ke atas bak truk, sudah ada dua penumpang yang berambut cepak mendahului mereka dan kedua oknum tersebut masing-masing duduk di depan bersama sopir kedua truk tersebut.

Sumber Pos Kupang menyebutkan, diduga kedua oknum ABRI tersebut masing-masing, Serka B dan Sertu R yang bertugas mengawal kedua truk tersebut. Namun kedua oknum tersebut saat ini menghilang. Sertu R menghilang saat truk dihentikan petugas patroli, sedangkan Serka B menghilang setelah truk digiring ke Mapolres Kupang.

Satu lolos

Peristiwa penangkapan dua truk bermuatan cendana tersebut berawal ketika piket Polres Kupang, Kamis (31/7) pukul 03.00 Wita mendapat informasi masyarakat tentang truk yang mengangkut kayu cendana secara ilegal menuju Kupang.

Pamapta piket Polres Kupang Serma (Pol) Melkianus Kotte yang mendapat laporan tersebut segera meluncur ke arah Oesao dan berpapasan dengan tiga truk yang melaju secara beriringan. Melihat adanya kendaraan patroli polisi, ketiga kendaraan tersebut berusaha melarikan diri.

Kejar-kejaran terjadi dan baru patroli polisi itu berhasil membekuk dua truk di jembatan Noelbaki, sedangkan satu truk lolos dari pengejaran. Menurut FK, salah seorang warga Oemofa, dirinya tidak mengetahui pemilik kayu cendana tersebut.

"Saya sedang tidur dan dibangunkan SB sekitar pukul 03.00 Wita, saat itu mereka semua sudah di atas truk, saya diminta ikut membantu menurunkan kayu dengan imbalan akan dibayar di Kupang," kata FK yang pada saat penangkapan berada di atas truk fuso.

Ia mengatakan, di Babau truk yang mereka tumpangi dikejar patroli dan berusaha melarikan diri. "Di Babau truk dikejar dan lari kencang sekali, barulah di jembatan Noelbaki kami tertangkap," kata FK.

Kasus penangkapan kendaraan yang mengangkut kayu cendana ilegal bukanlah baru pertama kali terjadi di bulan Juli ini. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satuan Polres Kupang terjadi, Senin (21/7) menemukan satu mobil kijang tanpa plat nomor polisi terperosok ke dalam lumpur. Pada saat itu, sopir mobil kijang tersebut ketakutan saat berpapasan dengan patroli dari Polres Kupang.

Ternyata di dalam mobil tersebut ditemukan kayu cendana yang diangkut secara ilegal. Setelah diteliti, mobil kijang itu diketahui milik TM warga Kelurahan Kelapa Lima dengan DH 1104 A dan sopir mobil tersebut langsung melarikan diri.

Hingga kini mobil kijang tersebut berikut barang bukti masih diamankan di Mapolres Kupang. Mobil kijang yang penyok pada sisi kanannya tersebut hingga saat ini menjadi tontonan warga Kupang yang kebetulan datang ke Mapolres Kupang. (cat)