Make your own free website on Tripod.com
SUARA PEMBARUAN ONLINE

Lima Calon Investor Hotel Di Sumba Barat

Waikabubak, 17 Januari

Lima investor berencana menanamkan modalnya miliaran rupiah di sektor pariwisata khususnya jasa perhotelan. Rencana ini dalam upaya menopang pengembangan serta kemajuan kepariwisataan daerah di Kabupaten Sumba Barat. Untuk itu Gubernur NTT di Kupang telah mengeluarkan izin prinsipnya. Bahkan pembebasan tanah termasuk pengukurannya juga sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Tatkala dikonfirmasikan Pembaruan Senin di Waikabubak, Kepala Diparda Kab Sumba Barat Drs Markus Wadja Wadja, membenarkan hal itu. Investor itu PT Atlantika Wisesa yang akan membangun hotel beserta fasilitas pendukung lainnya di kawasan pantai Newa Kec Laratama di pesisir utara P Sumba. PT Indonesia Adventure Sport membangun hotel di pantai Rua kec Walakaka pesisir selatan pulau Sumba. PT Pasola Kodi Resort Development membangun hotel di kawasan pantai Kodi Besar Kec Kodi.

PT Sutera Marosi Resort membangun hotel di kawasan pantai Marosi Lomboya kec Walakaka, serta investor PT Kahale Mustika Kencana juga merencanakan membangun kawasan perhotelan dan fasilitas pelengkapnya di pantai Gaura Kec Walakaka.

Sampai Januari ini baru dua investor yang telah melaksanakan kegiatannya di lapangan. (071)



200 KK Masyarakat Terasing Di Sumba Barat Akan Peroleh Rumah

Waikabubak, 17 Januari

Departemen Sosial (Depsos) melalui kegiatan proyek Pembinaan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Terasing (PKSMT) tahun 1997/1998 mendatang merencanakan membangun 200 unit rumah untuk 200 kepala keluarga (KK) masyarakat terasing di kawasan Desa Konda Maloba Kecamatan Katikutana Kabupaten Sumba Barat Pulau Sumba, NTT.

Kepala Kantor Depsos Kabupaten Sumba Barat, Drs Welhelmus Zacharia Johanes dalam suatu percakapan dengan Pembaruan, Selasa (14/1) di Waikabubak menyebutkan, sesungguhnya di Desa Konda Maloba terdapat 405 KK masyarakat terasing yang memerlukan pembinaan lewat proyek PKSMT tersebut. Namun demikian untuk tahap awal, yang disetujui Depsos hanya 200 KK. Sementara 205 KK lainnya akan disusul pada tahap berikutnya. ''Masyarakat terasing yang menerima paket proyek PKSMT dibina Depsos selama lima tahun. Setelah itu pembinaan selanjutnya diserahkan kepada Pemda setempat, dengan harapan nantinya masyarakat terasing dapat mandiri dalam hidup dan kehidupannya. Menjadi masyarakat yang tidak terasing lagi,'' tukasnya.

Menurut Welhelmus Zacharia Johanes, di tahun 1992/93 lalu Depsos melalui proyek PKSMT juga membangun 55 rumah untuk 55 KK mayarakat terasing Desa Maradesa Kecamatan Katikutama di lokasi Wailanggi-I. Sedangkan tahun 1993/94 dibangun 45 unit rumah untuk 45 KK masyarakat terasing di lokasi Wailanggi-II. Sehingga jumlah yang sudah terbangun 100 unit rumah di Desa Maradesa. Dalam triwulan-IV tahun 1996/ 1997, proyek PKSMT di lokasi Wailangga-I itu akan diserahkan Kepala Kanwil Depsos NTT Drs. Johannes Soetarno kepada Bupati Sumba Barat, Rudolf Malo guna pembinaan selanjutnya. (071)



Rp 5,1 Miliar Dana Pengamanan

Untuk Tiga DAS Di Sumba Timur

Waingapu, 17 Januari

Dana yang dibutuhkan untuk mengamankan daerah aliran sungai dari erosi di wilayah Kabupaten Sumba Timur diperkirakan mencapai Rp 5,1 miliar lebih. Oleh sebab itu rencana pemerintah pusat dalam tahun anggaran 1997/1998 mulai menyediakan anggaran pengamanan DAS di sungai-sungai Kambaniru, Kawangu dan Payeti perlu disambut baik.

Rencana pengamanan ke tiga DAS tersebut dilaporkan Bupati Drs Lukas Mbadi Kaborang kepada Gubernur NTT Herman Musakabe, Selasa (14/1) siang di Waingapu yang tengah melakukan kunjungan kerja sehari di wilayah Kabupaten Sumba Timur. Sehari sebelumnya gubernur melakukan kunjungan kerja yang sama ke Kabupaten Sumba Barat.

Selain itu bupati juga melaporkan, diperlukannya dukungan dana sebesar Rp 681. 747.430,67, guna perbaikan beberapa bagian bendungan Kambaniru yang mengalami kerusakan, akibat luapan banjir Dungai Kambaniru akhir bulan Desember tahun 1996 lalu. Menyusul turunnya hujan sangat lebat selama beberapa jam.

Gubernur Musakabe bersama rombongan di antaranya Ketua DPRD NTT Jan Jos Botha, Ketua Tim Penggerak PKK, Ny Agnes Jeannette Musakabe dan Kepala DPU NTT Ir Frankie Tayu sempat melakukan peninjauan langsung ke beberapa bagian dari Bendungan Kambaniru yang rusak. Diharapkan dengan peninjauan dan mengetahui langsung permasalahan yang ada, akan bisa mengoptimalkan fungsi bendungan terbesar di Sumba itu.

Perincian Dana

Sementara data yang diperoleh Pembaruan dari Ketua Bappeda Kabupaten Sumba Timur, Drs Libret Samuel Funay MS, Senin (13/1) sore, rincian dana sebesar Rp 5.169. 380.000 yang dibutuhkan itu akan dipergunakan guna pengamanan DAS Kambaniru Rp 4.304.713.000, DAS Kawangu Rp 713.999.000 dan DAS Payeti Rp 150. 668.000. Sedangkan dukungan dana lainnya sebesar Rp 681.747.430,67 akan dipakai untuk perbaikan beberapa bagian bendungan Kambaniru serta rumah mikro hidro Rp 308.811.726 dan penyempurnaan jaringan irigasi Di Kambaniru Rp 372.935.704,67.

Dikatakan, dana Rp 4,3 miliar lebih untuk pengamanan DAS Kambaniru itu, nantinya dimanfaatkan untuk pemasangan bronjong sepanjang 141 meter dan pembuatan krib di lokasi Mbulung Rp 321.881.850. Pemasangan bronjong 500 meter dan pembuatan tiga buah krib di lokasi talang baja BKA 5 Rp 1.207.120.350. Pemasangan broncong 300 meter di lokasi jembatan Kambaniru Rp 684.855.000 dan pemasangan bronjong sepanjang 170 meter dan pembuatan tiga buah krib di lokasi Mauliru sebesar Rp 1.613.911.537,50.

Dana sebesar Rp 713,9 juta lebih untuk pengamanan DAS Kawangu akan dipakai guna pemasangan bronjong sepanjang 150 meter di lokasi jembatan Kawangu Rp 323.403.750 serta pemasangan bronjong sepanjang 150 meter dan pembuatan tiga buah krib di lokasi talang Kawangu Rp 325.686.600. Sedangkan dana sebesar Rp 150,6 juta lebih guna pengamanan DAS Payeti akan dipergunakan bagi pemasangan bronjong sepanjang 60 meter di lokasi jembatan gantung Sungai Payeti. Dengan pemasangan bronjong di tiga DAS ini diharapkan bisa mengatasi ancaman erosi di setiap musim hujan. (071)


The CyberNews was brought to You by the OnLine Staff
Last modified: 1/17/97