Make your own free website on Tripod.com

Ditangguhkan, kenaikan harga tiket pesawat

Kupang, PK

Pihak Departemen Perhubungan (Dephub) masih menangguhkan kenaikan harga tiket pesawat udara untuk penerbangan dalam negeri.

Kepala Kantor Wilayah Departemen Perhubungan (Kakanwil Dephub) NTT, Ir. JM Sitepu, ketika dikonfirmasi kemarin (17/10), mengatakan pihaknya belum mendapat informasi tentang kapan waktu pemberlakuan tarif baru itu.

"Yang pasti sekarang ini ada penundaan hingga waktu yang akan ditentukan kemudian. Sekarang ini kan situasi rupiah terhadap nilai dolar AS belum stabil, sehingga mungkin menunggu redanya gejolak itu," paparnya.

Menteri Perhubungan (Menhub), Haryanto Dhanutirto, saat ditanya wartawan usai acara serah terima KM Semarang dari Dirut PT Dok Perkapalan Koja Bahari kepada Dirut PT Djakarta Lloyd di Jakarta, Kamis (16/10), hanya menjawa singkat, "Pokoknya nggak ada kenaikan."

Pada penerbangan Rabu (15/10), para penumpang di berbagai bandara terkejut karena mulai hari itu diberlakukan tarif baru. Kenaikan itu berdasarkan keputusan asosiasi penerbangan dalam negeri, Indonesian National Air Carrier Association (INACA), nomor No 058/KU/X/INACA/97 tanggal 13 Oktober 1997 yang dikirim ke semua cabang (perusahaan penerbangan) di seluruh Indonesia. Isinya, tentang penyesuaian baru tarif angkutan udara yang besarnya sekitar 26 - 27 %. Penyesuaian ini menyusul depresiasi rupiah atas dolar.

Informasi yang dikumpul Kompas di Dephub (15/10) menyebutkan, perubahan tarif angkutan udara harus didasari Keputusan Menteri (KM).

Tarif yang berlaku sekarang berdasarkan KM 61/96. Jika ada perubahan, maka KM 61/96 harus dicabut dulu.

Sedangkan INACA bersama anggotanya memberlakukan tarif baru itu karena sudah ada KM-nya, yaitu KM No. 25/97 yang terbit 13 Oktober 1997. KM ini merujuk pada surat INACA No. 058/KU/X/INACA/97 mengenai usul penyesuaian tarif angkutan udara (Kompas, 16/10).

Dengan adanya KM tersebut, perusahaan-perusahaan penerbangan menindaklanjutinya dengan mengeluarkan surat keputusan kepada cabang-cabangnya di seluruh Indonesia.

Haznam, Distrik Manager (DM) PT Bouraq Indonesia Airlines Cabang Kupang, ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (17/10), mengemukakan, sebelum SK itu diberlakukan, pada tanggal 15 Oktober dikirim pemberitahuan, yang isinya pembatalan penyesuaian tarif angkutan udara yang telah ditetapkan itu.

"Padahal faks dari Jakarta yang diterima 14 Oktober pukul 23.55 Wita, mestinya sejak 16 Oktober penyesuaian tarif angkutan udara sudah naik sebesar 26 persen. Tetapi, sehari sebelum pemberlakuan ada pembatalan SK kenaikan tarif tiket itu, dengan demikian pihak Distrik Kupang langsung menerapkan tarif tiket sesuai harga lama," kata Haznam.

Plh DM Merpati Nusantara Airlines (MNA) Kupang, Astriyanto, ketika dihubungi per telepon sedang bertugas ke Jakarta. Tetapi salah seorang stafnya, Abdul Rahman, mengemukakan bahwa pemberlakuan tarif baru masih menunggu perintah dari pusat.

"Kami belum mendapatkan informasi, karena saat ini sedang ada penundaan hingga waktu yang akan ditentukan kemudian," katanya. Terlanjur

Pihak PT Bouraq Airlines mengakui, mereka sempat memberlakukan tarif yang baru itu. "Karena tiket untuk penerbangan 16 Oktober sudah terjual sehari sebelumnya (sebelum datangnya faks pembatalan) maka kami telah menjualnya dengan harga baru. Namun tanggal 15 Oktober datang surat pembatalan itu, maka sebelum keberangkatan pesawat tanggal 16 Oktober pukul 06.30, kelebihan uang itu telah kami kembalikan," ujar Haznam.

Harga tiket yang berlaku pada PT Bouraq Airlines, sebelumnya Kupang - Waingapu Rp 147.000,00, dengan kenaikan tarif yang baru menjadi Rp 186.000,00. Kupang - Maumere naik dari Rp 89.000,00 menjadi Rp 113.000,00. Kupang - Denpasar yang sebelumnya Rp 256.000,00 berubah menjadi Rp 324.000,00. Sedangkan Kupang - Surabaya dari Rp 343.000,00 menjadi Rp 434.000,00. (kk/oo/hbk)