Make your own free website on Tripod.com
SUARA PEMBARUAN DAILY
Ekspor Produk Cendana NTT Menurun Drastis

Kupang, 23 Oktober

Ekspor produk dari kayu cendana (santalum album lynn) sejak tiga tahun terakhir turun drastis. Bahkan untuk jenis kerajinan cendana sudah tidak diekspor sejak 1995 dan minyak cendana dan aneka dupa sejak 1996. Padahal, komoditi tersebut pernah menjadi primadona pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Data yang diperoleh dari Kanwil Depperindag NTT menyebutkan, ekspor minyak cendana sebanyak 4,8 ton, ampas cendana 160 ton, kerajinan cendana 137,4 ton dan aneka dupa 171,8 ton pada tahun 1991. Sayangnya, kegiatan ekspor berbagai jenis produk cendana tersebut telah terhenti sejak tiga tahun terakhir.

Anehnya, meskipun kegiatan ekspor berbagai jenis olahan kayu cendana dari NTT telah terhenti, kegiatan antarpulau masih terus berlangsung.

Ada beberapa kejanggalan dan kelemahan dari rekomendasi yang dikeluarkan Pemda NTT tersebut, yang dapat saja disalahgunakan karena tidak tercantum masa berlakunya. Ini dapat digunakan berulangkali, apalagi tanpa pengawasan dengan melibatkan instansi terkait.

Menteri Keuangan, Mar'ie Muhamad sendiri telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 386/KMK.017/1994 tanggal 9 Juli 1994, yang menetapkan tarif pajak ekspor produk olahan kayu cendana. Di mana disebutkan, tidak dikenakan tarif ekspor untuk produk olahan berupa patung dari kayu cendana mestinya yang mempunyai wujud, makna dengan ukiran yang jelas dan sudah dihaluskan dengan berat tidak lebih dari 2 kg per buah. Sedangkan produk dengan berat di atas 2 kg per buah, ditetapkan tarif pajak ekspor sebesar 2.400 dolar AS per ton.

Demikian pula aneka kerajinan yang merupakan barang cendera mata dari kayu cendana seperti buah-buahan, kipas, tongkat, tasbih, rosario, ballpoint, guci, mangkok, vas dan gantungan kunci dengan berat hingga 0,5 kg per buah tidak dikenakan tarif ekspor. Sedangkan berat di atas 0,5 kilogram per buah, dikenakan tarif sebesar 2.400 dolar AS per ton.

Untuk produk dupa wangi dalam segala bentuk seperti lidi, lingkar dan kerucut dengan kadar minyak cendana hingga 0,4 persen, dibebaskan dari tarif pajak ekspor. Sedangkan untuk produk dengan kadar minyak di atas 0,4 persen dikenakan tarif sebesar 2.400 dolar AS per ton, termasuk kayu cendana dalam bentuk tatalan atau serpihan. (120)


The CyberNews was brought to You by the OnLine Staff
Last modified: 10/23/97