Make your own free website on Tripod.com

* Kasus penganiayaan di Naikoten I

Teriakan menyelamatkan nyawa Ady Lau

Kupang, Pk

Teriakan, "Ady awas oto," menyelamatkan nyawa Hendrik Ady Lau yang hendak foymenyeberang di depan Toko Padang Sari Jalan Soeharto Naikoten I Kupang.

Dalam kesaksiannya di depan sidang, saksi Hendrik Ady Lau mengatakan, dirinya nyaris tertabrak mobil Hardtop yang dikemudikan korban Max Imanuel Ratu. Me-nurut Ady, karena ada teriakan ia segera menghindar.

Keterangan yang diberikan saksi Hendrik Ady Lau sempat mengocok perut pengunjung sidang ketika dipancing dengan pertanyaan Ketua Majelis Hakim R. M. Soepranmotot Prawoto, S.H. Suasana sidang yang sebelumnya serius dan menegangkan berubah menjadi suasana tawa ceria.

Ady Lau memberikan keterangan beraitan dengan kasus penganiayaan di depan Toko Pandangsari, Jalan Soeharto, Naikoten I pada sidang Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Kamis (23/10). Dalam sidang tersebut dihadirkan terdakwa YB (16), AW (18), OKW (17), serta RW (16).

Karena nyawanya nyaris terancam, Ady memaki Max Ratu, sopir Hardtop sambil naik ke atas angkutan kota (angkota) yang sedang stop di depan Hardtop. Mendengar makian itu, Max Ratu marah dan mengejar angkota tersebut. Setelah menyetop angkota dan menanyakan Ady, mengapa memakinya. Namun Ady tidak menjawab. Para terdakwa yang adalah kawan Ady turun dari angkota dan memukul Maxi.

"Waktu kawan-kawan kamu memukul korban, kamu di mana?," tanya ketua majelis hakim. "Saya pulang, Pak", jawab Ady tenang. "Pulang ke rumah, lalu makan dan tidur?", pancing ketua majelis lagi. "Iya, Pak", jawab Ady tanpa beban. Jawaban Ady disambut gelak tawa para pengunjung sidang.

"Enak benar kamu, gara-gara makian kamu, teman-teman kamu dan korban berkelahi, sementara kamu tenang-tenang pulang ke rumah, makan lalu tidur," kata ketua majelis sambil tertawa. Kata-kata itu membuat anggota majelis hakim Hendrik P. Purba, SH dan Nicodemus Kua, SmHk ikut tertawa terpingkkal-pingkal.

Sebelumnya juga didengarkan keterangan saksi Kurtianus Ratu dan Soleman Koro penumpang mobil Hardtop bersama Max Ratu. Kedua saksi ini mengakui mendengar Ady Lau memaki-maki Max Ratu. Menurut kedua saksi ini, Max dipukul YB dan ditendang terdakwa ASW di bagian mulut, kepala dan tangan dilempari dengan batu oleh terdakwa OKW.

Sedangkan terdakwa RW melempari mobil Hardtop bernomor DH 696 AA dan mengenai kaca depannya. Akibat perbuatan para terdakwa tersebut Max menderita luka robek pada kepala bagian samping kanan, luka lecet pada lengan kiri dan kanan seperti tercantum dalam visim et repertum dr. Rusdianto dari RS Bhayangkara Kupang.

Perbuatan para terdakwa, menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU), SBP Sitompul, SH dalam dakwaan primairnya, diatur dan diancam pidana dalam pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke-1 KUHP. Sedangkan dalam dakwaan subsidairnya, diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 ayat (1) junto pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP. Khusus untuk terdakwa RW, dakwaan subsidairnya, diatur dan diancam pidana dalam pasal 406 ayat (1) KUHP.

Sidang ditunda Kamis (30/10) untuk mendengar keterangan dari saksi lainnya. (ll)