Make your own free website on Tripod.com

Merpati dan Bouraq terapkan tarif baru

Kupang, PK

Dua maskapai penerbangan domestik yang beroperasi di NTT, yaitu PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) dan PT Bouraq Indonesia Airlines mulai hari ini, Senin (27/10) menerapkan tarif baru angkutan udara untuk semua rute penerbangan. Tarif baru jasa penerbangan naik antara enam hingga 10 persen dari tarif lama.

"Kami mulai memberlakukan kenaikan tarif baru itu untuk semua rute penerbangan mulai hari Senin (27/10). Penerapan tarif baru tersebut sesuai keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) yang disampaikan kepada kami beberapa waktu lalu," ujar Recepsionis di kantor Bouraq Indonesia Airlines Perwakilan Kupang, Minggu (26/10).

Ia memberi contoh tarif penerbangan Kupang-Maumere yang selama ini sebesar Rp 99.600,00/penumpang, mulai hari Senin (27/10) naik menjadi Rp 108.500,00/penumpang. Begitu juga harga tiket penerbangan Kupang-Waingapu yang sebelumnya Rp 163.400,00/penumpang naik menjadi Rp 206.300,00/penumpang.

Kenaikan tarif baru yang sempat tertunda sejak diumumkan dua minggu lalu itu, saat ini telah diterapkan pada semua agen-agen penjualan tiket untuk kedua maskapai penerbangan itu.

Ketentuan tarif baru itu sesuai surat INACA (Indonesian National Air Carrier Association/Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia) tanggal 22 Oktober 1997 dan setelah mendapat persetujuan dari Menhub Haryanto Dhanutirto (PK,25/10).

"Tarif itu sudah kami terapkan beberapa hari yang lalu untuk keberangkatan pada tanggal 27 Oktober ini. Umumnya konsumen mulai membeli dan memesan tiket tiga atau empat hari sebelum keberangkatannya," kata seorang penjual tiket di Biro Perjalanan Umum (BPU) PT Nusatin Kupang.

Pelaksana Harian (Plh) Distric Manager PT MNA Kupang, Asriyanto ketika dihubungi sedang berada di Jakarta. Seorang stafnya yang enggan dituliskan jatidirinya mengakui, Merpati juga mulai hari Senin (27/10) memberlakukan tarif baru untuk semua rute penerbangan dari dan ke NTT atau Kupang.

Seperti diberitakan Pos Kupang (Minggu 26/10), perusahaan penerbangan PT Garuda Indonesia juga mulai Senin ini memberlakukan tarif baru penerbangan domestik. Tarif baru yang diberlakukan itu belum termasuk PPn 10 persen, iuran wajib asuransi kerugian Jasa Raharja dan airport taxi.

Tarif tiket untuk penumpang anak-anak usia di atas satu tahun sebesar 50 persen dari tarif penumpang dewasa, sedang tarif tiket untuk bayi "usia kurang satu tahun" sebesar 10 persen dari tarif dewasa.

Dengan diberlakukannya tarif baru tersebut berarti semua jasa penerbangan domestik mengatur lagi tiket yang dibeli sebelum dan sesudah tanggal 27 Oktober 1997. Tiket yang dibeli sebelum tanggal 27 Oktober 1997 dan digunakan tanggal 27 Oktober 1997 atau sesudah tanggal tersebut akan dikenai penambahan biaya sesuai tarif baru.

Tingkatkan pelayanan

Kepala Kanwil Departemen Perhubungan (Dephub) NTT, Ir. JM. Sitepu yang ditemui di kediamannya, Minggu (26/10) membenarkan adanya kenaikan tarif penerbangan dalam negeri.

"Kenaikan tarif itu lebih murah dari yang ditetapkan INACA sebelumnya sebesar 26 persen. Karena itu, pemberlakukan tarif baru angkutan udara ini sebetulnya tidak terlalu berpengaruh pada daya beli pemakai jasa penerbangan. Yang perlu diperhatiakn maskapai penerbangan bahwa penerapan tarif baru ini harus disertai peningkatan pelayanan, terutama ketepatan waktu berangkat, status tiket dan keselamatan penerbangan," tegas Sitepu.

Perbedaan kenaikan tarif enam sampai 10 persen berdasarkan kategori wilayah yang dilihat dari load factornya atau daya muat pesawat. Semakin tinggi load factor suatu wilayah, semakin rendah kenaikannya.

"Jika jalur itu kategori jalur "gemuk", maka kenaikannya di bawah 10 persen, karena biaya operasional pesawat kan tinggi, sehingga mereka harus mengeluarkan biaya yang sama jika mengangkut 100 orang dan 10 orang. Namun, untuk di NTT kenaikan tersebut secara merata sekitar 10 persen," papar Sitepau. (oo)