Make your own free website on Tripod.com

Designer Cane bersedia bina pengrajin gerabah di Belu

Darwin, PK

Designer Cane yang juga disebut sebagai pengimpor gerabah terbesar di Australia Utara menyatakan kesediaannya untuk membina para pengrajin gerabah di Kabupaten Belu.

Pembinaan itu antara lain meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengrajin, sehingga menghasilkan design produk yang handal dan dapat diterima di pasaran internasional.

Pembinaan ini telah disepakati oleh Pimpinan Designer Cane Australia Utara, Bruce Fadeli dengan Bupati Belu, Servas Pareira dalam sebuah pertemuan yang dipandu oleh Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Pengusaha NT-NTT-Timtim, Ferdi Tanoni di Darwin NT 0800, 76 Mcmin street, Sabtu (28/6).

Pertemuan yang juga dihadiri Ny. Atik Pareira dan Bupati Ngada, Drs. Johanis Samping Aoh itu menyepakati pihak Designer Cane bersedia menampung hasil gerabah Belu yang sesuai standar untuk dilepas di pasaran di seluruh Australia dan Selandia Baru. Namun, untuk sampai pada tahap ini, Designer Cane sendiri membantu dengan memberikan design khusus untuk gerabah Belu sehingga menampakkan kekhasan tersendiri.

Upaya Designer Cane ini disebutkan Fadeli sebagai langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi persaingan dengan produk gerabah dari propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga diminatinya. Tetapi, katanya, jika gerabah Belu menampilkan design yang lain, ia yakin akan tampil beda dan dapat dijual di pasaran internasional.

Bupati Belu, Servas Pareira kepada Pos Kupang usai pertemuan itu menyatakan kegembiraannya dan menyebutkan kesepakatan ini sebagai peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik-sebaiknya untuk meningkatkan kualitas produk andalannya itu.

Sehubungan dengan itu Bupati Servas Pareira minta Forkom Pengusaha NT, NTT, Timtim untuk segera menyusun langkah-langkah operasional di lapangan agar kerja sama ini segera direalisasikan.

Permintaan Bupati Belu ini ditanggapi Ketua Forkom, Ferdi Tanoni dan telah mengagendakan pertemuan perdana antara pihak manajemen Designer Cane dan para pengrajin di Belu awal September 1997 mendatang. "Saya telah mengagendakan pertemuan perdana pada awal September mendatang," tutur Ferdi.

Keberadaan Forkom dalam kerja sama ini, kata Ferdi Tanoni, hanya sebagai perantara. Kontak dagang serta negoisasi sebagai konsekwensi dari kerja sama ini, lanjutnya, dilakukan langsung oleh kedua belah pihak. Usai pertemuan, Bruce Fadeli mempersilakan Bupati Belu dan Ny. Servas Pareira untuk melihat sekitar 200 jenis produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia yang dipamerkan di show room-nya. Keduanya bergembira begitu menemukan gerabah Belu yang terbuat dari batang pisang yang kering, juga dipamerkan. (eni)

* Enam kali keluar-masuk penjara

Residivis spesialis mencuri pakaian jemuran

Kupang, PK

Residivis dengan spesialis mencuri pakaian yang dijemur, Udin Ismaek alias Udin (22) kembali mendapat hukuman penjara selama enam bulan dikurangi masa tahanannya karena terbukti mencuri pakaian jemuran. Vonis ini merupakan yang keenam bagi Udin untuk tindak pidana serupa. Putusan untuk Udin tersebut dibacakan dalam sidang yang dipimpin majelis hakim yang diketuai R M Soepranoto Prawoto, S.H didampingi S B Borut, S.H dan Hendrik P Purba, S.H, Rabu (2/7).

"Vonis hakim untuk Udin kemarin adalah yang keenam kalinya. Sebelumnya, Udin pernah dihukum 1 tahun delapan bulan atas tindak pidana serupa," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ny. A Salamony Radjawane, S.H. Menurut Radjawane, modus operandi pencurian yang dilakukan Udin pun terbilang unik. Pasalnya Udin hanya tergiur mencuri pakaian wanita termasuk pakaian dalam yang sedang dijemur pada tali jemuran. Anehnya, pakaian hasil jarahannya itu tidak diapa-apakan, misalnya dijual. Udin menyembunyikan pakaian curiannya itu dengan cara unik pula, yakni menguburkannya.

Dalam aksi pencuriaannya yang keenam kalinya itu, Udin menjarah pakaian milik tujuh orang yakni S Rahman, M Zulkarnaen, S Ali Alatas, Mariati, H Muhammad Ain, D Naklui dan M Usman. Aksi menjara pakaian jemuran itu dilakukan di Kelurahan Solor dan Kelapa Lima Kodya Kupang, Rabu 26 Maret 1997.

Udin tertangkap basah petugas Siskamling ketika sedang beroperasi di tempat jemuran pakaian milik D Naklui. Dengan seluruh hasil jarahannya yang masih berada di tangannya, Udin diantar ke pihak berwenang untuk diproses secara hukum. Di depan persidangan pun Udin mengakui semua perbuatannya. Nampak tak ada penyesalan pada perilakunya, baik di dalam maupun di luar sidang. Bahkan ketika hakim kembali menjatuhkan putusannya kemarin, Udin nampak biasa-biasa saja.

"Saya minta ini untuk yang terakhir kalinya," ujar Radjawane setelah Udin berada di luar ruang sidang. Udin hanya tersenyum sambil menunduk sementara tangan kanannya menggaruk-garuk kepalanya.

Menurut JPU, Udin selalu menerima putusan tiap kali hakim menjatuhkan vonisnya. Ia tak pernah naik banding, termasuk untuk putusan kasus yang keenam kalinya itu. Hakim menghukumnya lebih ringan dua bulan dari tuntutan JPU selama delapan bulan, karena melanggar Pasal 363 ayat (1) KUHP. (amy)

* SK Lerik minta

Partisipasi pengusaha membenahi trotoar

Kupang, PK

Walikota Kotamadya Kupang, SK Lerik minta para pengusaha di Kelurahan LLBK dan Kelurahan Solor, Kecamatam Kelapa Lima untuk berpartisipasi dalam rencana perbaikan trotoar pada jalur jalan yang melewati kedua kelurahan itu.

Partisipasi itu diberikan dalam bentuk uang sesuai lebar bangunan toko masing-masing pengusaha. Selanjutnya Dinas PU Kodya akan membangun trotoar tersebut. Hal ini dilakukan karena kondisi trotoar di depan pertokoan yang berada di dua kelurahan itu sangat memprihatinkan dan memerlukan penanganan secepatnya.

Permintaan itu disampaikan Lerik yang didampingi Camat Kelapa Lima, Ny. MP Pello, BA pada saat acara tatap muka dengan 55 pengusaha/pemilik toko, Rabu (2/7) di Restoran Pantai Timor Kupang. Harapan Lerik itu disambut hangat para pemilik toko yang dengan rela bersedia menanggung sendiri biaya perbaikan trotoarnya. Tetapi operasionalnya akan dilakukan Dinas PU Kodya Kupang.

"Trotoar dan kebersihan kota merupakan salah satu aspek penilaian Adipura dan Wahana Tata Nugraha, disamping masalah kebersihan kota. Trotoar sepanjang Kelurahan LLBK dan Kelurahan Solor, sudah sangat memprihatinkan, rusak berat" kata Lerik. Menurut Lerik, pada saat musim hujan, banjir dan sampah yang berada dalam selokan selalu menyumbat aliran air, sehingga air selalu meluap hingga ke badan-badan jalan. Akibatnya, wajah Kotamadya Kupang bukan hanya buruk dengan sampah-sampah yang bertebaran di jalan -jalan tetapi juga dapat membawa penyakit.

Alasan terpilihnya kedua kelurahan sebagai lokasi pembenahan trotoar, kata Lerik, karena Kelurahan LLBK dan Kelurahan Solor paling banyak didomisili para pengusaha. "Perbaikan trotoar merupakan wujud partisipasi para pengusaha, dalam membangun Kotamadya Kupang. Apalagi kedua kelurahan yang ada, kini menjadi pusat kegiatan perekonomian di Kotamadya Kupang," ujarnya.

Selain pembenahan trotoar, Lerik juga minta agar antarpengusaha bersaingan secara sehat untuk membangun pertokoannya. Artinya, para pengusaha perlu memikirkan pembangunan toko dua arah, selain membangun pertokoan ke arah utara juga ke arah selatan. "Letak toko di Kelurahan LLBK dan Kelurahan Solor sangat strategis karena menghadap ke arah laut. Hanya ada toko yang bila dipandang dari laut sangat buruk, sebab septic tank (tangki kotoran/kakus) menghadap ke laut. Akibatnya sangat tidak menyajikan keindahan kota," kata Lerik.

"Bagian toko yang menghadap ke darat juga diperindah. Hal yang sama juga dilakukan untuk bagian belakang toko yang menghadap ke arah laut. Dengan pembangunan dua arah ini, akan sangat membantu keindahan Kota Kupang dari arah laut," kata Lerik. (osa)

* Dalam TA 1996/1997

Pembayaran PBB belum penuhi target

Kupang, PK

Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk tahun anggaran 1996/1997 belum memenuhi target. Hingga Mei 1997 pembayaran PBB baru mencapai 14 persen dari Rp 884 juta yang ditargetkan. Karena itu Pemda Kotamadya (Kodya) Kupang akan membuka pekan pelayanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan yang dimulai 14-19 Juli mendatang.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kodya Kupang, John Nenobahan, S.H yang didampingi Kepala Seksi Penetapan dan Pendataan, Drs. Titus Amtiran, mengatakan itu usai mengikuti rapat PBB di ruangan Sekwilda Kodya Kupang, Rabu (2/7). Rapat yang dipimpin Sekwilda Kodya Kupang, Drs. Fidelis Pranda itu membahas persiapan pekan pelayanan pembayaran PBB di 45 Kelurahan dalam Kodya Kupang.

Jhon merincikan, Wajib Pajak (WP) di Kodya Kupang berjumlah 41.273 WP. Dari jumlah itu terdapat 1.548 WP yang pajaknya lebih dari Rp 100.000 per tahun. Sedangkan yang kurang dari jumlah tersebut adalah 39.725 WP. Pembayaran PBB yang baru mencapai 14 persen itu disebabkan karena perhatian Pemda masih terpusat pada pelaksanaan pemilu. Akibatnya, sebagian besar penyebaran surat penetapan pajak terhutang (SPPT) baru dilaksanakan pertengahan Juni 1997.

Dibanding tahun 1996, hingga Mei tahun itu pembayaran PBB sudah mencapai 50 persen dari target 1 Miliar. "Waktu itu, Kodya masih bergabung dengan Kabupaten Kupang. Juga Pemilu masih jauh," kata Jhon. WP yang pajaknya tergolong besar di Kodya Kupang, antara lain PT Semen Kupang sebanyak Rp 72 juta, Bandar Penguasa Pelabuhan Rp 21 juta, Perumtel Rp 15 juta. Selain pajak Industri, Jhon mengharapkan, para Pegawai Negri Sipil (PNS) agar menjadi panutan dalam membayar pajak.

Secara rinci Jhon memaparkan untuk Kecamatan Kelapa Lima terdapat 10.362 WP dengan penetapan pajak PBB mencapai Rp 365.382.749,00. Kecamatan Oebobo berjumlah 13.920 WP dengan penetapaan pajak PBB senilai Rp 394.373.272,00. Kecamatan Maulafa berjumlah 10.494 WP dengan Rp 128.700.089,00 sedangkan untuk Kecamatan Alak berjumlah 7.010 WP dengan besar penetapan pajak senilai Rp 179.471.000,00.(osa)

* Bendung maraknya pencurian cendana

Pemda harus lakukan "opname stok"

Kupang, PK

Untuk membendung maraknya pencurian kayu cendana, Pemda NTT harus melakukan "opname stok" cendana yang ada pada para pengusaha cendana untuk mengetahui apakah stok yang ada pada mereka dibeli secara legal dari Pemda atau merupakan hasil penadahan. "Saya kira di Pemda NTT itu ada data tentang jatah tiap pengusaha (cendana, Red). Dengan data itu dilakukan "opname stok" untuk mengetahui apakah jumlah itu sesuai tidak dengan jatah yang dibeli dari Pemda. Kalau ada kelebihan, ditahan untuk diusut," tandas pengacara praktek Stef Matutina, S.H, Rabu (2/7).

Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LBH) Trisula ini menegaskan, maraknya pencurian cendana juga disebabkan ada penadah yang adalah pengusaha yang bersedia membeli hasil curian itu. Karena itu salah satu kunci untuk memberantas pencurian cendana adalah dengan melakukan stok opname secara mendadak pada para pengusaha cendana.

"Pemda jangan hanya teriak maling saja, tapi tidak tangkap. Berteriak maling tapi maling ada di depan mata tidak ditangkap. Tangkap itu pengusaha yang membeli kayu curian itu. Dari situ baru bisa diusut lebih lanjut siapa pencuri benarnya. Sebab pencurian ini ada mata rantainya. Mustahil orang curi terus kalau tidak ada yang bersedia beli," katanya.

Stef juga menambahkan, maraknya pencurian kayu cendana berarti masih banyak kayu cendana yang masih tercecer di masyarakat. Karena itu Pemda juga sebaiknya memberikan rekomendasi kepada pengusaha untuk membeli kayu yang ‘dipersiapkan’ untuk dijual secara ilegal itu. Dengan jalan tersebut, angka pencurian bisa ditekan. "Kalau dibiarkan terus begini, maka yang rugi adalah masyarakat kecil. Kasihan. Kayu-kayu terpaksa mereka jual secara ilegal dengan harga murah, dibeli orang lain dan dijual mahal. Satu hal lagi yang patut dipertanyakan sekarang adalah pernyataan Presiden Soeharto saat berkunjung ke NTT, yaitu hasil penjualan cendana 80 persen untuk petani sedangkan 20 persen untuk Pemda. Mana realisasinya?" katanya.

Sementara itu Philipus Fernandez, S.H menegaskan, proses hukum terhadap pencurian cendana harus ditegakkan secara konsekuen. Banyak kasus penangkapan pencurian kayu cendana di lapangan namun yang masuk ke pengadilan bisa dihitung dengan jari. Fenomena tersebut selain tidak mendidik masyarakat juga akan semakin memicu aksi pencurian terhadap kayu beraroma harum itu.

"Yang kita harapkan sekarang adalah sikap tegas dari aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini. Jangan hanya tangkap saja kemudian kasusnya hilang entah ke mana. Memang butuh keberanian moral aparat penegak hukum dalam menegakkan kebenaran dalam kasus ini. Kalau ada aparat penegak hukum atau petugas yang ternyata juga ikut mencuri, harus ditindak tegas karena justru mereka yang harus menjadi panutan, bukan pagar makan tanaman," katanya. (amy)

* Tentang Kupang Expo 1997

Tahap pertama stand expo tak perlu dipungut biaya

Kupang, PK

Sejumlah pengusaha di Kotamadya (Kodya) Kupang pada prinsipnya mendukung penyelenggaraan Kupang Expo 1997 pada bulan November mendatang. Namun, mereka menyarankan agar pada tahap pertama expo, stand-stand di lokasi pameran pembangunan NTT "tempat kegiatan Kupang Expo nanti " yang akan digunakan peserta tidak dipungut biaya.

Demikian pendapat Piter Pitoby, Dirut PT Pitoby Tour’s and Travel, Ketua DPD Asita (Association of the Indonesian Tours and Travel Agency) NTT, Rachman Kertanegara, dan Ir. Richard O.Y, Direktur Kupang Aluminium yang dihubungi Pos Kupang secara terpisah di kantornya masing-masing, Rabu (2/7), berkaitan rencana Kanwil Depperindag NTT untuk menyelenggarakan Kupang Expo ’97 bulan November mendatang.

Seperti diberitakan Pos Kupang sepekan terakhir ini, Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) NTT bertekad akan tetap menyelenggarakan kegiatan Kupang Expo ’97, yang dijadwalkan berlangsung tanggal 20 sampai 24 November 1997. Pihak Kanwil Depperindag telah mengusulkan proposal rencana tersebut kepada Pemda Tkt. I NTT, bulan Maret 1997 lalu. Namun, sampai saat ini belum diketahui bentuk jawaban dari Pemda NTT terhadap rencana itu.

Kepala Kanwil Depperindag NTT, Drs. Willem Therik ketika dihubungi Pos Kupang di kantornya, Rabu (2/7) berkaitan dengan usulan tersebut, tidak berada di kantor. Menurut informasi dari karyawan instansi tersebut, Kanwil Depperindag sedang ke Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

"Pada pinsipnya kami sebagai pengusaha setuju rencana Kupang Expo itu, meskipun waktu persiapannya terlalu singkat. Namun, kondisi ini bisa diatasi kalau semua pihak secara serius mau ikut mensukseskan kegiatan expo tersebut. Kita tidak mengharapkan kegiatan tersebut nanti menjadi bahan cemoohan orang luar," kata Pitoby.

Ia juga mengimbau agar kepanitiaan nanti bisa membentuk satu badan khusus yang bisa mengkoordinir peserta expo, misalnya penginapan peserta dan tempat. Selain itu, lanjut Pitoby, penggunaan tempat atau stand di arena expo nanti pada tahap pertama kegiatan tidakdikenakan pungutan kepada peserta, terutama peserat di NTT. "Sebaiknya tahap pertama sebagai awal untuk membuka jalan bagi pengusaha mau berpartisipasi dalam kegiatan tidak perlu dipungut biaya, tapi tahap berikutnya nanti baru boleh dipungut biaya stand," saran Pitoby. Positif bagi pengusaha

Sementara Ketua DPD Asita NTT, Rachman Kertanegara mengatakan, rencana tersebut sebaiknya diperjuangkan agar bisa terlaksana. Sebab, dampaknya terhadap perekonomian di daerah ini cukup besar. Namun, tegas Rachman, kegiatan tersebut tidak "ditunggangi" kepentingan pribadi."Kalau ada orang yang berkeinginan baik dan rela berkorban apa salahnya kalau kita dukung. Kita hendaknya jangan menilai bahwa itu tindakan yang tergesa-gesa, sebab mengenai waktu, cepat atau lambat sama saja," katanya.

Kupang Expo 1997 nanti mempunyai dampak positif bagi pengusaha yang selama ini belum mengenal satu sama lain. "Mana mungkin mau transaksi jika pengusaha tidak saling mengenal, begitu pun dengan produk mereka," ujar Rachman.

Dari segi pariwisata melalui Kupang Expo masyarakat luar bisa lebih mengenal potensi pariwisata daerah ini. Dengan demikian diharapkan bisa terjadi transaksi antara pengusaha di sektor pariwisata, misalnya kerja sama menjual paket-paket wisata.

Sedangkan Direktur Kupang Aluminium, Ir. Richard O.Y menyatakan mendukung sepenuhnya rencana Kupang Expo tersebut. Ia berpendapat, inisiatif ini sebaiknya berasal dari pengusaha dan pelaku bisnis yang ada di daerah ini. "Penyelenggaraan Kupang Expo sebaiknya tidak ditunggangi oleh kepentingan pribadi atau golongan. Jika rencana diselenggarakan sesuai prosedur, kami pengusaha siap untuk mengambil bagian di dalamnya," Richard.

Kupang Aluminium yang memproduksi alat-alat rumah tangga siap memamerkan berbagai produk unggulan perusahaannya di Kupang Expo nanti. Produk unggulan itu antara lain lemari kaca, lemari niaga, perabot rumah tangga lain yang terbuat dari kaca dan aluminium, serta berbagai hasil tenun ikat yang dibuat dengan berbagai motif. (oo/kk/tia)

Uskup Kherubim berkat Gereja Waikabubak

Waikabubak, PK

Uskup Waetabula, Sumba, Mgr. G. Kherubim, SVD, Minggu pagi (29/6) memberkati Gereja St. Petrus dan Paulus Waikabubak yang telah selesai direnovasi. Saat yang sama juga diberikan Sakramen Krisma kepada 223 orang umat Katolik.

Acara pemeberkatan Gereja dan pemberian Sakramen Krisma itu dilakukan ketika uskup memimpin misa Kudus perayaan HUT ke- 76 paroki tersebut yang puncaknya baru dirayakan hari itu. Uskup Kherubim yang didamping Pater Cipry Lein, CSsR dan Pater Robert Ramone, CSsR pertama-tama memberikan pemberkatan pada tembok luar gedung gereja. Setelah dipercik dengan air berkat, uskup lalu lalu mengetuk pintu Gereja sebanyak tiga kali dan masuk ke dalamnya sebagai tanda bahwa Kristus yang hadir saat itu telah terdahulu masuk ke dalam gedung yang baru dibuka pintunya itu. Setelah itu ribuan umat Katolik yang antri berbaris hingga ke Jalan Bhayangkara secara perlahan masuk mengikutinya. Setelah semua umat berada dalam gedung Gereja itu, uskup berjalan keliling memberkati bagian dalam Gereja bersama seluruh umat.

Seusai pemberkatan dilanjutkan dengan misa HUT Paroki dan pemberian Krisma kepada 223 orang umat dari paroki itu. "Mereka yang menerima Sakramen Krisma hari ini dinilai layak sesuai hasil persiapan selama tiga bulan," kata Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Waikabubak, Robert Ramone, CSsR ketika menyampaikan laporannya kepada Uskup dan umat.

Uskup Kherubim dalam kotbahnya mengatakan, diperbesar dan diperbaharuinya gedung gereja itu mengisyaratkan bahwa secara lahiriah umat telah mengalami pertumbuhan cukup besar, karena itu patut disyukuri karena Roh Allah bekerja dalam umatnya.

Sehubungan dengan renovasi gedung gereja, Uskup mengatakan diharapkan dengan perubahan kualitas gedung itu, meningkatkan kualitas iman umat Katolik paroki itu. Menurut uskup yang masih sulit dilakukan umat saat ini adalah bagaimana umat benar-benar memberi kesaksian bahwa ia benar-benar orang Katolik. "Karena memberikan kesaksian itu tidak semudah kita mendapatkan kartu tanda penduduk (KTP) dan misa pada setiap hari Minggu," kata Uskup Kherubim. (kas)

Naik, belanja pembangunan Kabupaten Sumba Timur

Waingapu, PK

Belanja pembangunan Kabupaten Sumba Timur untuk tahun anggaran 1997/1998 berjumlah Rp 11.392.357.000,00 atau naik sekitar 14,97 persen dari anggaran murni tahun 1996/1997. Komponen belanja pembangunan ini diarahkan untuk biaya 20 sektor sebagai cerminan "Tujuh Langkah Prioritas" pembangunan Kabupaten Sumba Timur.

Hal tersebut disampaikan Kabag Humas Pemda Sumba Timur, Lao Lede, BA kepada Pos Kupang di ruang kerjanya pekan lalu. Menurutnya, alokasi anggaran belanja pembangunan tersebut adalah untuk batuan umum sebesar Rp 1.245.613.00,00, bantuan khusus sebesar Rp 8.616.744.000,00 serta public saving sebesar Rp 1.530.000.000,00.

Dijelaskan, untuk sektor pertanian dan kehutanan disediakan dana sebesar Rp 362.580.000,00 untuk membiayai kegiatan subsektor pertanian rakyat lewat kegiatan pembangunan usaha pertanian, pengembangan sumber daya, sarana dan prasarana petanian serta penelitian pengembangan jagung dan bantuan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Sektor sumber daya air dan irigasi disediakan dana Rp 10 juta untuk membiayai subsektor irigasi melalui kegiatan pembinaan P3A dan IPPAIR. Sektor perdagangan, pengembangan usaha daerah, keuangan daerah dan koperasi disediakan dana sebesar Rp 502.500.000,00. Sektor transportasi sebesar Rp 5.428.231.000,00 untuk membiayai kebutuhan subsektor prasarana jalan pada program peningkatan dan penggantian jembatan.

Untuk sektor pertambangan dan energi disediakan dana sebesar Rp 430.000.000,00 sedangkan untuk sektor pariwisata dan telekomunikasi daerah sebesar Rp 10 juta. Sektor pembangunan daerah dan pemukiman mendapat dana sebesar Rp 384.727.00,00. Sektor lingkungan hidup dan tata ruang mendapat anggaran sebesar Rp 772.867.000,00 untuk kegiatan penelitian desa pantai, dan budidaya tanaman bakau, penghijauan, pengendalian dampak lingkungan.

Sektor pendidikan, kebudayaan daerah dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pemuda dan olahraga disediakan dana sebesar Rp 2.760.220.000,00 sementara sektor kependudukan dan keluarga sejahtera mendapat dana sebesar Rp 10 juta. Untuk sektor kesejahteraan sosial, kesehatan, peranan wanita, anak dan remaja disediakan dana Rp 416.156.000,00. Bagi sektor perumahan dan pemukiman dialokasikan dana sebesar Rp 203.589.000,00 sementara sektor agama mendapat alokasi sebesar Rp 15 juta.

Untuk sektor ilmu pengetahuan dan teknologi dialokasikan dana sebesar Rp 50 juta, sektor hukum Rp 20 juta, dan sektor aparatur pemerintahan dan pengawasan dialokasikan Rp 401.987.000,00. Untuk sektor politik, penerangan, komunikasi dan media massa dianggarkan dana sebesar Rp 105 juta yang antara lain untuk program pembinaan dan pengembangan radio dan film melalui kegiatan syuting paket TVRI, penerbitan buletin daerah dan peningkatan daya pancar Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Sumba Timur.

Sementara sektor keamanan dan ketertiban umum mendapat alokasi dana sebesar Rp 203.500. 000,00 yang antara lain untuk mendukung kegiatan Bhakti ABRI dan KMD (Korpri Menbangun Desa) serta untuk program pendidikan bela negara lewat pengadaan pakaian Hansip dan Wankamra. (ama)

Ibu hamil bunuh diri

Larantuka, PK

Warga Desa Tagawiti, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Flores Timur, gempar. Hari Minggu pekan lalu, warga menemukan Elisabet Lipat (24) yang tengah hamil tiga bulan ditemukan tidak bernyawa tergantung di pohon bidara (kom) di kebunnya di Rita Puken, Tagawiti. Saat ditemukan, lidahnya menjulur dan matanya membelalak.

Kematian tragis ibu dua anak itu diduga akibat perlakuan kasar suaminya, KT (27). Sejumlah sumber di Tagawiti kepada Pos Kupang menuturkan, pasangan suami istri yang baru kembali dari Malaysia itu terlihat sering bertengkar akibat KT sering mabuk dan berjudi. Bahkan KT diduga mempunyai wanita idaman lain (WIL). "Saat sedang mabuk, dia (KT, Red) selalu memukuli istrinya, sehingga Elisabeth sering lari dari rumah mereka," ujar tetangga mereka.

KT yang ditemui di Mapolsek Lewoleba, sekitar 28 km arah utara dari Tagawiti, membantah dirinya menjadi penyebab tewasnya Elisabeth. KT juga menolak disebut sering bertindak kasar dan terlibat pertengkaran dengan istrinya. "Kalau pun bertengkar paling-paling soal biasa," kata KT memelas.

KT dengan wajah tertunduk lesu menyatakan penyesalannya atas kematian istrinya secara mengenaskan itu. "Saya ingat anak-anak dan ELisabeth, istri saya," katanya sendu. Kepala Pos Polisi Ile Ape, Serka (Pol) Agus Kuswanto, belum bisa menjelaskan motif kematian Elisabeth dan masih menyelidiki lebih lanjut. Dikatakan, jika ditemukan bukti-bukti perbuatan pidana seperti penganiayaan, menurut Kuswanto pihaknya akan tetap memprosesnya.

Dua hari sebelum ditemukan meninggal, kata sebuah sumber Elisabeth terlibat pertengkaran seru dengan suaminya. Saat itu Elisabeth lari ke rumah orangtuanya yang masih satu desa. Tetapi mertuanya datang menjemput untuk mengikuti upacara adat. Meski dengan berat hati Elisabeth menuruti ajakan mertuanya.

Namun, sebelum meninggalkan rumah orangtuanya, Elisabeth sempat mengancam akan bunuh diri jika masih dikasari suaminya, yakni sehari sebelum ditemukan tewas. Ketika upacara adat berlangsung, Elisabeth sempat bertemu suaminya. Tetapi suaminya tidak mempedulikannya, meski telah disapanya. Ayah Elisabeth menduga kematian anaknya karena ulah suaminya, KT. (ona)

Surat kaleng tak perlu ditanggapi

Maumere, PK

"Surat kaleng tidak perlu ditanggapi karena pengirimnya adalah orang yang tidak bertanggung jawab," kata Romo Vikep Maumere, Thibortius Deru, Pr, menjawab pertanyaan tentang surat kaleng yang ditujukan kepadanya mempersoalkan pengurus Yayasan Bina Sari dan kedua kepala sekolah asuhan yayasan itu.

Orangtua murid sekolah asuhan Yayasan Bina Sari mengirim surat kaleng kepada Romo Deru yang adalah Pembantu Uskup Agung Ende. Tembusannya dikirim juga ke Kakadepdikbud Sikka. Salinan surat yang diperoleh Pos Kupang di Maumere, menyebutkan pengurus Yayasan Bina Sari, A.M. Keupung cs hanya sebagai benalu yang menghisap uang sekolah yang terhimpun lewat jerih payah para guru. Para guru ditelantar begitu saja. Bahkan sejak bulan Mei dan Juni 1997 ini gaji guru belum dibayar yayasan. Sedangkan pengurus yayasan menerima gaji sebesar Rp 300.000,00 sampai dengan Rp 400.000,00 setiap awal bulan.

Kakandepdikbud Sikka, Willibrodus Woga, BA, ketika dikonfirmasikan mengatakan, untuk mengantisipasi timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan menyarankan kepada Kepala SMEAK St. Gabriel, Sesko Lamen agar mengundurkan diri. Sebab Lamen adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang diperbantukan di SMEAK St. Gabriel sebagai kepala sekolah. (gem)

Mahasiswa AS bakti sosial di Ende

Ende, PK

Sebanyak 17 orang mahasiswa dari Universitas Utha, Amerika Serikat (AS), dipimpin Prof. Chat I.E. melakukan bakti sosial berupa pengobatan gratis kepada masyarakat Desa Kuru, Kecamatan Wolowaru, Desa Nggumbelaka, Kecamatan Detusoko dan masyarakat Desa Taniwoda Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.

Kegiatan pengobatan gratis itu telah berlangsung pada Selasa (24/6) hingga Jumat (27/6). Obat-obat yang diberikan kepada masyarakat semuanya dibawa dari Amerika Serikat. Obat yang tersisa diserahkan ke Puskesmas dan Rumah Sakit Djopu Kecamatan Wolowaru. Selain itu mereka juga bersama masyarakat Desa Kuru memasang pipa air minum di Watukali. Camat Wolowaru, Drs. Anton David Dalla di sela-sela kesibukannya mengikuti Rakerda Pamong Praja di Gedung Baranuri Ende, Rabu (25/6) menjelaskan hal itu. Dikatakan, kehadiran 17 orang mahasiswa AS itu dilengkapi seorang dokter dan empat orang juru rawat dalam rangka menikmati keindahan alam dan keajaiban danau tiga warna Kelimutu.

Akan tetapi mereka juga ingin berbuat sesuatu yang sifatnya membantu masyarakat kecil di pedesaan. Kegiatan pengobatan gratis dan bantuan perawatan pipa air minum oleh para mahasiswa itu, kata Dalla, merupakan kerja sama Choke Group dalam hal ini Yacob Fundation dengan Pemerintah Kecamatan Wolowaru.

"Secara kebetulan saya bertemu dengan pimpinan Yakob Fundation Ibu Susi Katipana di Bandara El Tari Kupang satu tahun lalu. Dan dari pembicaraan kami itu, malah sudah dua tahun sejak tahun 1995, baru para mahasiswa ini datang," kata Dalla. Menurut Dalla, pada tahun 1996 lalu, para mahasiswa tersebut membantu pengadaan air bersih berupa pemasangan pipa sepanjang 4 kilometer untuk masyarakat Dusun Pemo Aenei. Sekarang mereka membantu pemasangan pipa di Dusun Watukali sepanjang 6,5 km dengan biaya ditanggung sendiri oleh para mahasiswa tersebut.

Mahasiswa Utha berada di Desa Kuru hingga hari Sabtu (28/6). "Patut diangkat jempol, karena kehadiran para mahasiswa tersebut tidak merepotkan penduduk setempat. Mereka menyiapkan tenda sendiri untuk penginapan dan makan serta minum," tutur Dalla. (rik)

* Di Polres Manggarai

Waskat belum berjalan baik

Ruteng, PK

Pengawasan melekat (waskat) yang merupakan perintah Presiden, Pangab dan Kapolri belum berjalan baik di satuan Polres Manggarai. Waskat berjalan bila ditekan dan kalau tidak diingatkan, maka tidak akan dijalankan. Namun, masih terus dilakukan pembinaan dan merupakan tanggung jawab Kapolres selaku pimpinan.

Demikian pernyataan Kapolres Manggarai, Letkol (Pol) Drs. Oka Djaja Kusuma yang ditemui Pos Kupang usai perayaan HUT ke-51 Bhayangkara, Selasa (1/7) di Ruteng. "Waskat di kesatuan saya belum berjalan baik. Kalau saya tekan memang berjalan. Tapi kalau sibuk dan lupa untuk menekan, maka kembali lagi Waskat tidak dijalankan," ujar Kapolres Kusuma.

Kapolres Kusuma secara jujur mengakui, pelaksana waskat seperti Kasat, Kabag dan Kapolsek belum melaksanakan waskat secara baik. Padahal waskat sebenarnya merupakan kunci keberhasilan dalam pelaksanaan tugas Polisi. Karena di sanalah letak kedisiplinan dan mental. Namun Kapolres mengakui kalau waskat belum berjalan maksimal. Semuanya itu merupakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan di Polres Manggarai.

Menjawab pertanyaan tentang kendala yang menghambat tidak berjalannya waskat itu secara baik, Kusuma menjelaskan, ada tiga hal yang sangat menentukan keberhasilan waskat yakni pelaksana waskat, serta obyek dari waskat selaku individu juga belum memahami sikap dan perilakunya sendiri.

"Saya tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, karena semua itu merupakan tanggung jawab saya. Termasuk apa yang dilakukan anggota juga merupakan tanggung jawab saya," kata Kapolres Kusuma. Hampir setiap hari pihaknya menegur anggotanya yang yang tidak memperhatikan hal-hal yang kecil seperti cara berpakaian, rambut dan berbagai hal kecil lainnya.

Menurut Kapolres Kusuma, kalau dari hal yang kecil sudah bisa disiplin maka yang besar akan lebih disiplin lagi. Kalau setiap anggota berdisiplin tinggi, maka sikap disiplin itu akan terbawa dalam keluarganya. "Saya selalu menekankan hal-hal yang kecil kepada anggota, karena hal yang kecil membawa dampak yang besar," katanya.

Kusuma juga mengatakan dalam menjalankan tugas, ia selalu menegaskan kepada anggota untuk bersikap sebagai pengayom masyarakat. Kalau tidak polisi sebagai pengayom masyarakat akan menjadi slogan belaka. Untuk itu pada setiap kesempatan ia selalu meminta agar anggota bersikap sopan dan ramah kepada masyarakat.

"Saya meminta kepada anggota agar jangan bersikap mentang-mentang dan menggertak masyarakat. Masyarakat di Manggarai ini lain. Kalau kita baik dia akan baik sekali, sebaliknya kalau kita jahat dia akan lebih jahat. Jadi tergantung kita," tandas Kusuma. (ady)